Dalam Islam kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada siapapun dan
dengan cara apapun. Misalnya mengajarkan ilmu, menganjurkan berbuat kebaikan,
menyambung silaturrahim, berbakti kepada orang tua, mendamaikan perseteruan,
memberi nasihat, dan lain sebagainya.
Termasuk juga Mari Mengajar ini. Mari Mengajar adalah program kerja dari
Forkoma (Forum Komunikasi Mahasiswa Banten) UI yang merupakan gerakan sosial
aksi mengajar di pedalaman Banten oleh mahasiswa asal Banten seluruh Indonesia.
Dan saat ini sudah tahun ke-4 program kerja ini terselenggara. Selain mengajar
disana juga ada kegiatan proyek sosial seperti membuat taman baca, EO hari
kemerdekaan, dan lain sebagainya. Logo Mari Mengajar 4 (MM4) adalah pesawat kertas
yang mempunyai arti terus terbang menebar inspirasi, mendaratlah di saat dan
tempat yang pasti. Siap melukis cerita baru yang tak akan pernah terlupakan.
Inilah kisahku dalam mengikuti MM4. Berawal dari temanku yang paling
cetar membahana bernama Titin membuat status di Facebooknya tentang MM4. Dalam statusnya
berisi tentang informasi singkat MM4 dan formulir pendaftaran. Setelah membaca
dengan seksama tidak terbesit dalam pikiranpun untuk mengikutinya. Karena harus
tinggal di kampung orang 10 hari lamanya dari tanggal 14 sampai dengan 23
Agustus 20115. Pikirku dalam waktu selama itu pasti banyak yang harus
dikorbankan dan sangat beresiko. Dan tiba saatnya akhir pendaftaran MM4 pada
tanggal 2 Juli 2015. Ditanggal segitu aku tidak mendaftar dan melewati kesempatan
untuk menginspirasi dan diinspirasi.
Beberapa bulan berlalu dengan cepatnya, sudah tanggal 11 Agustus 2015
sekarang. Tentang MM4 aku sudah melupakannya. Tapi ternyata pada malam harinya
pada tanggal ini aku diajak ikut MM4 untuk menggantikan seseorang yang
berhalangan ikut. Temanku yang bernama Anisa inilah yang mengajakku untuk ikut MM4. Tanpa berpikir panjang akupun setuju untuk ikut MM4. Disini masalahnya muncul, aku telalu naïf untuk ikut.
Setelalah dipikir pada waktu 10 hari itu agendaku cukup padat. Mulai dari
menemui dosen, Menemani teman mengisi materi di tempat KKN, Liqo, Melamar
pekerjaan, yang paling penting pada tanggal 22-23 Agustus untuk menghadiri
wisuda teman-temanku tersayang padahal namaku ada di dalam skripsi mereka, dan
lain sebagainya. Tapi sebagai lelaki sejati pantang bagiku menarik ucapannku
sendiri. Akhirnya dengan segala daya dan
upaya aku mengosongkan jadwal untuk ikut berpartisipasi dalam MM4.
Kepusinganku tidak cukup sampai disitu. aku sama sekali tidak tahu apa
itu MM4 akhirnya aku banyak nanya ke Anisa, Titin, dan Rahil. Oh iya Rahil itu ternyata salah satu orang yang merekomendasikan
aku ikut MM4. Mahasiswi anggun asal Aceh. Orang yang pernah aku jahatin di masa
lalu. Orang yang selama pelatihan MM4 paling bersinar. skip skip skip. kepusinganku
antara lain karena ga pernah ikut pelatihan sama sekali, rute perjalanan, dan
barang bawaan. Anisa yang memberitahuku barang bawaan, Titin yang memberitahuku
rute perjalanan, dan Rahil memberitahuku segala macam tentang MM4. Untungnya
ada mereka semua yang memudahkanku untuk mengerti.
Pada tanggal 12 Agustus 2015, Aku sudah mulai mencari barang bawaan untuk
MM4 ga begitu sulit sih hanya saja harus ada yang perlu dibeli dan itu ga
sedikit terpaksa aku merengengek kepada orang tua guna mengalirkan dana segar.
Untung mereka pengertian hehe. Dan dihari ini aku juga menghubungi Ulfi orang
yang aku gantikan alasannya karena dia pindah kuliah di Lampung. Panitia MM4
juga menghubungiku untuk mengkonfirmasi kebenaran bahwa aku ngenggantikan Ulfi.
Aku juga menghubungi Mentari mahasiswi jurusan kimia ITB yang jadi parterku
dalam mengajar 10 hari kedepan. Sebagian barang sudah terkumpul tinggal esok
hari mengumpulkan sisanya.
Sekarang tanggal 13 Agustus 2015 H-1 sebelum keberangkatan. Hari ini aku
Menghubungi Maleh teman paling baik dan sudah aku anggap sebagai organ tubuh
eksternal. Tujuan menghubungi dia adalah untuk mengurus masalah akademik ketika
aku berada disana. Dia pun sangat pengertian dan menyanggupinya. Di hari ini
juga aku juga meminjam barang bawaan yang tidak bisa terbeli olehku
keteman-temanku. Masalah lain muncul ternyata, dari Ciputat ke tempat cek poin
pertama di Serang ternyata harus berangkat sendiri-sendiri. Saat itu juga
terbesit untuk tidak jadi ikut karena aku malas berangkat
sendirian. Akhirnya aku menghubungi Rahil lagi menanyakan dia berangkat dengan
siapa. Ternyata dia berangkat sendirian juga. Akupun dengan rasa malu yang
sangat karena dulu pernah jahatin meminta berangkat bareng Rahil. Ternyata dia
mau juga berangkat bareng hehe. Makasih
Titin soalnya kamu yang merekomendasikan supaya kita berangkat bareng. Dan
setelah memohon izin kesana-kemari akhirnya aku dengan mantap menatap hari
esok untuk bersiap menginspirasi dan diinspirasi. ^^

