Selasa, 21 Juli 2015

Suami Bodoh



Mataku menerawang jauh ke luar jendela dengan tatapan kosong. Sudah berhari-hari aku berada di kamar bertembok putih dan berbau aneh ini. Dan aku seperti biasa terbaring di tempat tidur ini ditemani oleh Al-Qur’an yang selalu setia berada di sisiku. “Assalamualaikum,” terdengar suara  dibalik pintu kamarku. “Waalaikumsalam,” jawabku. Akhirnya pintu kamarku terbuka lebar dan sosok itu muncul. Sosok yang selalu aku nantikan kedatangannya. Sosok yang aku selalu selipkan di dalam doaku.
“Hai cantik,”  Sapanya hangat menyentuh hatiku.
“Aku bosan disini, aku mau pulang,” Ucapku lirih.
Suamiku menggeleng perlahan, “nanti ya sayang kalau sudah sembuh.”
“Percuma ndak akan sembuh juga,” gerutuku.
Sambil tersenyum dia mengatakan, “sembuh…”
Suamiku lalu membelai pipiku lembut penuh cinta dengan senyuman termanisnya. Senyumannya masih sama ketika pertama kali kita bertemu.
***
Ya ini aku yang pengidap kanker. Aku, wanita di awal usia 30-an yang divonis hidupnya tidak lama lagi. Aku, yang disaat bersamaan memiliki suami yang bodoh. Iya bodoh karena dia yang saat mengetahui penyakitku memilih untuk tidak meninggalkanku  dan tetap bertahan di sisiku.

Sabtu, 18 Juli 2015

Lobi Fakultas



Lobi yang dimaksud disini adalah ruang teras dekat pintu masuk. Aku akan menceritakan  tentang lobi di fakultasku. Di tempatku menuntut ilmu ini ada dual lobi yang pertama lobi timur mahasiswa biasa menyebutnnya lotim dan lobi barat mahasiswa biasa menyebutnya lobar. Keduanya ramai dan aktif dengan  kegiatan mahasiswa.
Di lobi fakultas ini pulalah tempat yag pertama kali aku injak di fakultas ini. Tempat waktu aku berinteraksi, bernyanyi, bercanda, dan lainnya saat ospek. Seiring berjalannya waktu, ketika aku mulai aktif kuliah dan berkegiatan di kampus, aku seringkali menggukan lobi untuk sekedar melepas lelah. Jika sore menjelang aku biasanya rapat disini pula. Tak hanya itu di lobi ini juga aku seringkali diskusi, kajian, makan, menunggu teman, menjaga stand, bahkan mengadakan acara. Kadangkala di satu pintu di pojok lobi timur aku mengharapkan seseorang keluar dari pintu tersebut.
Ada satu kejadian tepatnya di lobi timur yang tidak pernah aku lupakan. Dimulai pada saat aku selesai kuliah. Aku langsung menuju  lobi timur setelah sampai, aku lalu duduk di tempat yang paling pojok.  Setelah duduk, tepat di sebelah kanan ada sebuah sampah yang berupa satu genggam buntalan koran.  Seperti kebiasaanku jika ada sampah berupa bacaan aku selalu membacanya terlebih dahulu sebelum membuangnya ke tempat sampah tidak terkecuali sampah yang satu ini. Setelah aku ambil lalu aku mulai membacanya. Dan ada satu berita yang menyita perhatianku. Lalu berita itu aku baca sampai selesai. Tak terasa air mataku mengalir deras karena isi dari berita tersebut.
Itulah sepenggal kisah lobi fakultasku yang merupakan salah satu tempat aku berproses  untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Minggu, 12 Juli 2015

Princess Disney


Sejak kecil aku akrab dengan Princess Disney
Beberapa diantaranya
Ada Princess Snow White yang lugu
Ada Princess Cinderella yang penyabar
Ada Princess Ariel yang pemberani
Ada Princess Aurora yang ceria
Ada Princess Belle yang sayang keluarga

Semuanya anggun dan cantik
Dan semuanya fiksi

Tapi ada di dunia nyata
Orang yang aku kenal
Dan memiliki hati layaknya Princess Disney
Dia adalah ..... ......


Rabu, 08 Juli 2015

Mencari Dana Kuliah

Ada yang jualan ini itu, ada yang ngajar bimbel kesini kesitu, ada yang jadi karyawan paruh waktu, ada yang berjuang mendapatkan beasiswa, bahkan sampai ada yang jadi asisten rumahtangga. Semua itu mereka lakukan hanya untuk membiayai kuliahnya supaya mengurangi beban orang tuanya. Dan akupun merasa malu jika berhadapan dengan mereka.

Pertemuan Itu

Tanpa sengaja kita bertemu di waktu senja yang berhujan. Payung yang aku genggam tidak mampu menutupi gemetarnya tangan ini. Tapi senyummu yang bagai mekarnya beraneka bunga itu. Menawari aku cuaca yang lain.

Percakapan Yang Selalu Terulang

Percakapan yg selalu terulang ketika aku dan M makan mie aceh
D : (sambil ngaduk mie aceh) makan ini jadi teringat mahasiswi anggun asal aceh
M : Kalo kita traktir, dia bakalan terharu deh soalnya mengingatkan dia akan kampung halamannya
D : (Senyum-senyum ga jelas)
M : (Tertawa seakan mengerti senyumanku)

Dan itulah sekelumit kisah tentang percakapan yg selalu terulang.

Hanya Pengajar Muda (Luar) Biasa

Di fakultasku ada banyak contoh pengajar muda luar biasa. yang dimaksud luar biasa disini adalah mereka menghilangkan kenyamanan dirinya buat sesuatu yang mereka perjuangkan. Contohnya:
1. Si A kuliah kesini merantau jauh banget dari ujung Indonesia cuma buat jadi sarjana keguruan. Padahal kalo dipikir kuliah keguruan dikampung halamannya banyak banget jadi ga perlu homesick segala.
2. Si B seorang tunanetra yang susah payah kuliah disini dengan fasilitas kampus yang nihil buat difabelitas yang buat dia capenya berkali lipat dari orang normal. Padahal kalo dipikir dia bisa aja hidup enak dengan meminta belas kasihan orang lain.
3. Si C mahasiswa yang lulusnya lama gara-gara jadi dedengkotnya perkaderan guna membimbing ade2 tingkatnya agar jadi manusia yang lebih baik. Padahal kalo dia hanya mikirin dirinya sendiri alias egois pasti lulusnya cepet.
4. Si D bela-belain dari rumahnya kesini menempuh jarak puluhan kilometer buat ngajar yang ga dibayar. Padahal kalo dipikir dia ngajar yang deket rumahnya dan dibayar juga bisa.

Jadi intinya aku cuma mau bilang bahwa masalah jarak, keterbatasan, waktu, dan materi bukan halangan buat jadi pengajar muda luar biasa.

Bau Rumah Sakit

Dimanapun letaknya berada baunya tetap sama
saat aku masuk ruang IGD tercium bau darah
Saat aku masuk ruang ICU tercium bau Ventilator
Saat aku masuk ruang NICU tercium bau bayi


Di lorong pun percium bau udara lembab yang menyeruak
Dan ketika aku masuk ruang rawat inap tercium berbagai macam bau
Seperti bau muntah, bau obat-obatan, bau parfum suster, bau buah-buahan dan bau lainnya
Dan seringkali disetiap sudut disini tercium bau air mata

Tetapi ada bau yang sangat kuat
Bahkan melebihi dari semua bau-bauan yang ada disini
Bau yang sama ketika aku berada di masjid
Yaitu bau doa dan harapan

Tipe-tipe Motivasi Mahasiswa Ikut Seminar

1. Ikut karena pengin dapet ilmu. Tipe ini biasanya mahasiswa intelektual, pergerakan, atau yang concern pada tema yang diusung. Biasanya duduknya di barisan depan. Seringkali bawa alat tulis buat nyatet hal-hal penting dari pembicara.
2. Ikut karena dapet honor. Ini mahasiswa pragmatis yg pinter ngambil peluang biasanya dia hidup dari honor-honor ky gini. Aku kasih bocoran nih biasanya yang ngadain seminar berhonor itu sayap parpol dan lembaga pemerintahan.
3. Ikut karena pengin dapet nasi kotak. Ini hamper 60% yg dateng ikut seminar di seminar apapun tipe ini banyak dijumpai, Maklum buat menghemat uang makan.
4. Ikut karena lagi ngumpulin sertifikat. Tipe ini sertifikat dianggapnya penting. Karena baginya sertifikatnya nantinya bisa untuk ngelamar kerja, ngelamar beasiswa S2, tapi sayang ga bisa buat ngelamar dia.
5. Ikut karena doorprizenya menarik. Tipe ini denyut jantungnya stabil tapi pas pengundian doorprize denyut janntungnya mendadak mengikuti irama dangdut.
6. Ikut karena menghormati temen yg jadi panitia. Ini tipe lovable banget soalnya dia menghargai jerih payah temennya yg jadi panitia.
7. Ikut karena nemenin temen yang ikut seminar. Biasanya datengnya minimal berdua tujuannya mindahain obrolan ke dalam ruangan aja wkwk.
8. Ikut karena terpaksa soalnya diabsen. Ini biasanya yang ngadain jurusan. Jadi jam kuliah dipindah kesini. Kasihan pembicaranya soalnya biasanya bising banget.
9. Ikut karena pembicaranya terkenal. Tujuan ikutnya biar bisa update di path atau medsos lain kalo dia udah ketemu dan foto sama sang famous.
10. Ikut karena numpang ngadem. Biasanya ikut karena otaknya panas makannya dia cari pelarian di seminar sekaligus numpang tidur.
11. Ikut karena faktor si dia, Ini jenis mahasiswa intel jadi dia di mata-matain sampe ga sadar masuk ke dalem acara seminar. Biasaya duduknya dibelakang dia dan matanya tertuju kepada dia

Nb. Setiap mahasiswa dari seminar ke seminar kadang berubah.
Di nomer berapakah kamu ?

Kisah XY, Xy, dan XX

Pada 11 Januari 2016 kisah ini bermula. Ada seorang laki-laki bernama XY. Dia sangat suka kepada wanita yang bernama XX. Bertahun-tahun XY memendam rasa itu. Sampai suatu ketika ada niat XY untuk menikah dengan XX. Tapi XY ragu karena dia tidak mempunyai biaya yang cukup untuk melangsngkan pernikahan. Akhirnya dia berniat selama 3 tahun bekerja dengan giat guna menikahi XX.
2,5 tahun sudah berlalu sekarang tanggal 11 Juni 2018. Di lain tempat ada seorang laki-laki bernama Xy. Berawal dari sebuah perkenalan yang singkat dengan XX. Dan dari sana pun terlihat kelembutan hati XX dimata Xy. Akhirnya Xy suka kepada XX. Tanpa pikir panjang Xy langsung membuat proposal dan diserahkan kepada murrobinya untuk diserahkan kepada murrobiyyah XX. Dan Xy sudah mantap untuk melamar dan menikah dengan XX walaupun hanya memiliki dana terbatas.
Di lain tempat pula ada seorang wanita yang bernama XX. Dia mempunyai akhlak dan paras yang cantik serta tingginya semampai. XX juga sangat pintar dan tidak sombog sehingga XX jadi pribadi yang dicintai oleh semua orang. Sampai suatu ketika pada tanggal 18 Juni 2018, XX dapat kabar bahwa dirinya satu-satuya orang Indonesia yang diterima menjadi sukarelawan dalam misi perjalanan ke planet Mars yang diselenggarakan oleh Mars One, kelompok non-profit yang bermarkas di Belanda. Tidak lama berselang pada tanggal 1 Juli 2018, XX berangkat ke US untuk pelatihan sebelum diberangkatkan ke Planet Mars

Berjuang

Berjuang itu sebelum toga bertengger di kepala, sebelum cincin melingkar di jari manis, dan sebelum nama tertulis di nisan. Semoga Allah besama orang-orang yang berjuang di jalan-Nya.

Membersamaiku

Pada awalnya sempat terucap kata gini,"Kalo emang wajib ada yg harus bertahan disini yaudah aku aja yg lain jangan ikutan, kasihan mau pada skripsi dan mengejar mimpi masing-masing." Ternyata ga lama berselang beberapa orang ikutan juga bertahan. Mungkin ini yg namanya ukhuwah.