Lobi yang
dimaksud disini adalah ruang teras dekat pintu masuk. Aku akan
menceritakan tentang lobi di fakultasku.
Di tempatku menuntut ilmu ini ada dual lobi yang pertama lobi timur mahasiswa
biasa menyebutnnya lotim dan lobi barat mahasiswa biasa menyebutnya lobar. Keduanya
ramai dan aktif dengan kegiatan
mahasiswa.
Di lobi
fakultas ini pulalah tempat yag pertama kali aku injak di fakultas ini. Tempat
waktu aku berinteraksi, bernyanyi, bercanda, dan lainnya saat ospek. Seiring
berjalannya waktu, ketika aku mulai aktif kuliah dan berkegiatan di kampus, aku
seringkali menggukan lobi untuk sekedar melepas lelah. Jika sore menjelang aku
biasanya rapat disini pula. Tak hanya itu di lobi ini juga aku seringkali diskusi,
kajian, makan, menunggu teman, menjaga stand, bahkan mengadakan acara. Kadangkala di satu pintu di pojok
lobi timur aku mengharapkan seseorang keluar dari pintu tersebut.
Ada satu
kejadian tepatnya di lobi timur yang tidak pernah aku lupakan. Dimulai pada
saat aku selesai kuliah. Aku langsung menuju
lobi timur setelah sampai, aku lalu duduk di tempat yang paling pojok. Setelah duduk, tepat di sebelah kanan ada sebuah
sampah yang berupa satu genggam buntalan koran. Seperti kebiasaanku jika ada sampah berupa
bacaan aku selalu membacanya terlebih dahulu sebelum membuangnya ke tempat
sampah tidak terkecuali sampah yang satu ini. Setelah aku ambil lalu aku mulai
membacanya. Dan ada satu berita yang menyita perhatianku. Lalu berita itu aku
baca sampai selesai. Tak terasa air mataku mengalir deras karena isi dari
berita tersebut.
Itulah
sepenggal kisah lobi fakultasku yang merupakan salah satu tempat aku berproses untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar