Selasa, 21 Juli 2015

Suami Bodoh



Mataku menerawang jauh ke luar jendela dengan tatapan kosong. Sudah berhari-hari aku berada di kamar bertembok putih dan berbau aneh ini. Dan aku seperti biasa terbaring di tempat tidur ini ditemani oleh Al-Qur’an yang selalu setia berada di sisiku. “Assalamualaikum,” terdengar suara  dibalik pintu kamarku. “Waalaikumsalam,” jawabku. Akhirnya pintu kamarku terbuka lebar dan sosok itu muncul. Sosok yang selalu aku nantikan kedatangannya. Sosok yang aku selalu selipkan di dalam doaku.
“Hai cantik,”  Sapanya hangat menyentuh hatiku.
“Aku bosan disini, aku mau pulang,” Ucapku lirih.
Suamiku menggeleng perlahan, “nanti ya sayang kalau sudah sembuh.”
“Percuma ndak akan sembuh juga,” gerutuku.
Sambil tersenyum dia mengatakan, “sembuh…”
Suamiku lalu membelai pipiku lembut penuh cinta dengan senyuman termanisnya. Senyumannya masih sama ketika pertama kali kita bertemu.
***
Ya ini aku yang pengidap kanker. Aku, wanita di awal usia 30-an yang divonis hidupnya tidak lama lagi. Aku, yang disaat bersamaan memiliki suami yang bodoh. Iya bodoh karena dia yang saat mengetahui penyakitku memilih untuk tidak meninggalkanku  dan tetap bertahan di sisiku.

1 komentar: